Meniti Angin
To feel and ride the wind…Archive for March, 2007
jangan buang percuma
mulutmu bukan pelangi
yang semburatkan warna-warni kata
ucapan penuh lika liku
pekakkan telinga jiwaku
kawan kembalikan kata-kata itu
gapai citamu tanpa menelikung
dengan gaya rayuan bandot tua
simpan harimu buat ladang emas
olin, hang lekir 29 Maret 2007, anti kata rayuan percuma
bukan dari rusuk
dia tidak dilahirkan dari rusuk siapapun
dia perempuan
melahirkan manusia sempurna
menjadikan benih kehidupan
olin, bukan dari tulang rusuk, cibubur 27 March 2007
could I, should I
: for all the templars
could I bear the mountain of secret
the possible waves of inconvenient
while walking the desert of misinterpretation
reaching the decade of God for sell
may I hope for a drip of water through typhoon of religion
sharing my loneliness in the gate of history
hopeless as it is…
glimpse of uncertain tommorrow
hang lekir, 27 March 2007 (after reading the Messiah, questioning the bible)
the prayer
terimakasih atas kicauan burung menyambut hari
terimakasih bersama desiran angin dipeluk mentari
terimakasih di ujung semburat jingga
terimakasih menjadi hangatnya rembulan
the prayer, 26 Maret 2007
lebih baik diam
lebih baik diam
daripada mulutmu mengeluarkan dusta
lebih baik sepi
daripada hiruk pikuk rayuan
olin, anti cassanova, cibubur 25 Maret 2007
akhiri cerita itu
: untuk cassanova
Buku itu terbuka dengan pengantar kepahitan
Lalu kau lanjutkan tentang kesendirian
Sambil berkesah tentang harapan
Di antara alfabet layar komputer
Aku sudah tahu
bab berikut gairahmu meningkat
Membawa nafas membara membelitku
pikiran semu menyesatkan
Lelah aku di bab berikutnya
bagai menggapai awan panas menyembur
di gunung kemunafikanmu
tutup sudah bab itu.
olin, cibubur 24 Maret 2007, buat kamu yang terus membingungkan, hentikanlah!
coretan malam
: pakde JJ
kupu-kupu bilang kepada malam
meditasiku dalam kepompong telah selesai
pagi ini langit di luar menyambutku
sebuah jaring membungkus dan melarikanku
… malam terpekur menanti cerita
siangnya makhluk itu mengamati sayapku
membelai menyentuhku
cairan dingin merembesi tubuhku
gelap tak berkutik…
… malam menggigil dari luar museum
olin, cibubur 23 Maret 2007, at dawn
tak usah
tak usah ceritakan
apapun itu dahaga jiwamu
kemarin sore sudah lewat
sekarang ini sunyi menjadi indah
cibubur, 22 March 2007
di bawah langit kelabu
: for leonidas
langkah itu berat sambil menenteng tameng besi
rumput liar keemasan menghantar kepergian
tak satu kata cinta pun sanggup tertuang
bagi jiwa yang tertinggal di belakang
dan langit pun mendadak kelabu
ombak di bibir tebing memecah kebisuan
ribuan kapal pecah tertabrak karang
jiwa-jiwa melayang
hati ini pedih untukmu
tetapi darah menjadi minuman harianmu
pedang menjadi sahabat sejatimu
semua berpulang pada kehormatan jiwamu
cibubur, after watching 300, 21 March 2007