Meniti Angin

To feel and ride the wind…

Archive for July, 2007

kembali ke Timor

: ketika mampir

tanah masih kecoklatan
di awal kemarau
masih disambut El Tari
senyum nona Kupang
terik bercampur debu

lewat jembatan itu
kembalikan 7 tahun silam
ketika awal kaki berjejak
juga sapa selamat datang
di awal milenium

masih kuhirup bau rumput liar yang sama
logat melayu itu
kenangan luka lama
juga canda di noelbaki
waktu terus berlalu

kupang, juli 2007
El Tari: nama bandara/airport di kupang
Noelbaki: nama desa di batas kupang, tempatku dulu tinggal

jangan takut mollo

kami menyapamu
bukit mollo
di tengah taufan tua
mengguncang batu-batu suci
para amaf terpekur
langkah burung pipit kecil
di antara srigala kelaparan
jangan takut mollo…

bae sonde bae
tanah timor lebe bae…

olin, mollo, NTT, july 2007
Amaf: tua-tua adat di Mollo/Timor
bae sonde bae (lagu khas masyarakat kupang/timor).

seribu rupiah

musim itu kembali semi
di penghujung kemarau baru
di antara bus kota berlarian
wajahnya cantik
duduk terpaksa di sebelah
selembar uang lusuh
penyanyi jalanan tua
mentari ditolak si cantik
jendela ditutup gorden
seperti hati mereka
di jalanan kulirik
bayi kelaparan
bocah perempuan dengan koreng
si cantik di sebelah
tetap diam menahan terik
tak peduli

seribu rupiah buat pengamen
olin, highway land, july 2007

bisu kabut

bisu dalam kabut
dingin itu memeluk
di atas selimut mollo
riuh deru angin
kita bersambutan senyum
melawan beku embun pagi
basah tanah marmer
bukit memaku di penjuru kevetoran
celoteh para pejuang
menentang perampas bukit
tulang punggung hidup
tanah dan air susu ibu
diguncang getaran pencungkil harta

olin, mollo cibubur 2007

anak-anak di jalan itu

anak-anak di jalan kecil
di jalan miring menuju sendu
dibalik jarum membius
ketika harga diri di jurangnya

jangan kembali di jalan itu
semakin sempit gangnya
semakin membelit akarnya
selain tulangmu mengeropos

anak-anak di jalan kecil
menanti kata pulang di pinggir jurang

cibubur, juli 2007

mata perempuan

: to all tired mom

mata perempuan itu
sembab dibawa pagi
menggapai pekatnya kabut di pintu
ketika pagi mencoba bangun

mata perempuan sembab
seperti malam lembab
tak sanggup mampir ke palung
jiwa-jiwa terperangkap

mata perempuan
tiap sudutnya menahan getir
diiringi rinai tawa hujan
saksikan pohon hidup tumbuh meninggi

cibubur, july 2007

sungai perak

lelah di senja
sungai keperakan
hantar perahu tua perlahan
kabut pun meniup malam

cibubur, june 2007

kemana?

kemana perginya hati ini?

… melingkup dalam gua jiwa

dimana sinaran mentari meruak?

… di bawah permukaan gelombang hidup

dimana aku simpan?

… waktu menuju musim baru

kemana terbangnya?

… pengharapan semu atas nama potongan hati

kemana… harus pergi?

olin, july 2007

bulan suram

puisi di bulan suram
mencekam geram di tengkuk
melepas gelegak harap tersumbat
menunggu hari baik mampir

olin, hlkr, juli 2007

pertemuan itu

pertemuan pagi mendung itu
di sudut utan kayu biru
menuju pada purnama yang sia-sia
seperti sesal kemarin sore

olin, cibubur juni 2007

Older entries »