Meniti Angin

To feel and ride the wind…

Archive for August, 2007

a respond to neruda

:love is short, forgetting is long (Neruda)

time knew what happen
when it strikes noon
or completing every minutes
of feelings for you

love, there’s so little time to warm us

olin, august 2007

biarpun sesaat

ah rasa itu
seperti sebaris lembayung
menggempur hati lemahku
memagari harapan

biarpun sesaat
jangan biarkan indah itu
lari tanpa dirimu

olin, for somebody in sausalito, august 2007

biar kututup saja

kemarin kita bersambut
di gapura ubud
di bawah romantisme sinar bulan
dan riuh rendah percakapan

aku buka pintu itu
sambil berharap pelangi baru
warnai hati kering yang membatu
penuhi jiwa di musim sepi

kini pelangi menusuk tajam
dengan pisau asmara penuh racun
aku berlari diantara derai air mata
biar kututup saja pintu itu

olin, hang lekir, august 2007

requiem: berita hari ini

roda itu berputar lagi
berbalik ke waktu kemarin
ketika kepingan itu berceceran
berdarah dan tersengguk sunyi…

olin, ketika hilang… august 2007

jangan biarkan puisi pulang

jangan biarkan puisi berlari pulang
menahan isak di balik teduhnya sore
tak mau terima maaf pena itu
yang mandek di atas putihnya kertas
dan teh dingin melamun

o, cibubur august 2007

kutatap nanar bulan

kerling tajam matamu
gerai rambut itu
di antara jubah keemasan
menyongsong malam di ubud

kau lambaikan pisah hari itu
di antara gamelan Bali
tarianmu melekuk lugas
kutatap nanar bulan kemarau

jangan pergi dewi
walaupun pedih di antara tarian
walaupun sapa telah membatu
dan kau hilang di balik panggung

ubud, august 2007

sun is weaken

: to my dear who is traveling…

sun is weaken
tired of it own shine
like my heart
cold with the warmth
of your embrace

cibubur, august 2007

mentari redup

mentari redup lemah
kelelahan di awal hujan
seperti hatiku
sepi kehangatan
sepi pelukan sinarnya…

cibubur otw to office, august 2007

suara hutan

suara hutan memanggil
sendu ia
pada sepinya malam
berkawan dengan jangkrik
bermandi kilau embun
musik nyanyian siamang
kaki yang lelah
menapaki bukitnya
menghirupi jiwamu
diantara pendar bulan sabit
jiwa yang pudar
menyesapi kabut kesunyian

halimun, 17 Agustus 2007, merdeka atau….

kata demi kata

kita bertatapan lagi
di sela kericuhan mall
jemarimu menggenggam
kuselami detik bersamamu…

kopi sudah dingin
hati terkena gempa
ingin merengkuh tubuhmu
dan membaringkanmu selalu disampingku

kata demi kata terlempar di taplak
tiada kesepakatan
cuma kegalauan
dan hasrat bercinta

nikmati saja katanya
biarkan ekspresi itu keluar
menarilah bersamaku
bercintalah di ruang pikiranku…

olin, citos, agustus 2007, for IZ

Older entries »