Meniti Angin
To feel and ride the wind…Archive for February, 2008
abu-abu berne
abu-abu itu
di musim penusuk tulang
sampai ke relung terdalam
menyapa pori-pori
membekas di ingatan
dimana senyum itu
yang ingin kusambut
di kota tua senyap
jalanan kesepian
hati turut beku
olin, bern, Feb 2008
berne siang itu
ranting menghitam seperti terbakar
mereka bergegas menghalau dingin
salju menepi disamping trotoar
jalanan sepi meminta teman
dimana matahari, temanku
ketika kulit beku berteriak
meminta rona hangat untuk berlalu
sambil berharap cepat pulang
berne, feb 2008, kangen pulang
menyusur dusta
ntuk: yang romantis tapi brutal
raga itu rapuh
dimakan gelisah detik demi detik
berharap lepas
dari dusta mulut manis
dan jemari hinggap disekujur tubuh
bagai api menyesap malam
sakit sekujur jiwa
penistaan dalam cinta
bagai berjalan menyusuri tipu muslihat
janji manismu dan dusta
tinggalkan luka selamanya
to domestic violence survivor, get up and leave him…., olin jan 2008