Meniti Angin

To feel and ride the wind…

Archive for April, 2008

jangan tangisi cinta atau ayatnya

: untuk tangisan yang tak perlu

dengan kursi bioskop yang nyaman
kau tangisi Aisyah yang dimadu
atau Fahri yang difitnah
kenapa tiba-tiba air matamu jatuh?

mana airmata buat lapindo
mana tetes itu untuk 2 juta balita busung lapar
mana pedihmu untuk hutan terbakar
koruptor yang hidup nyaman
harga naik…
mana otakmu melihat istri dipukuli suaminya?

kenapa tiba-tiba kau sibuk sedih?

olin, buat boss besar yang sempat nangis habis lihat film AAC, April 2008

cerita pejalan (2)

setapak kaki
di putih salju
mencerca dingin sepi
di ujung Krienst

sambil pandangi pilatus
pongah di belakang rumah
dihiasi pohon kering sekarat
berharap segera semi

kuhembus lagi
hawa dingin
bosan sendiri dalam kata
sambil menatap kilau danau luzern

olin, luzern, feb 2008

lelaki luka

teriris kata-katanya
di meja hijau debat
negeri kalimat-kalimat
dilewati mesias palsu berteriak

bergelimpangan koma titik
sampah yang memaksa syair
berdarah ia
tidak sakit katanya…

untuk yang luka, olin, cibubur 2008