Meniti Angin
To feel and ride the wind…Archive for June, 2008
jangan menduga
Jangan menduga
Siang itu tak berdarah
Sampai ke dalam relung jiwa
Menggores hati
Menggores semangat
Mematahkan waktu yang sudah lewat
Jangan mengira
Jubah putih bersorban
Hanya melukaimu
Kami pun terluka
Jiwa dan semangat
Seperti gelagap mencari rasa percaya
Jangan menduga
Sakit itu meranggas diwajahmu saja
Di sini juga
Ingin kembali lagi
Menjadi diri
Yang berani lawan kezaliman
Jangan menyimpukan
Hanya satu dua luka
Dikala luka-luka lainnya
Tak terhitungkan
Olin, otw office, june 2008
tetap ada bersama ombak
Biarkan siang itu berubah merah
Seperti darah di keningmu
Mengalir sampai ke jantung
Menutup seluruh jiwa
Dengan kepedihan semata
Biar angin bercerita
Tentang kisah enampuluh hari
Yang menggores lembaran waktu
Bersamamu
Ombak tetap ada
Walaupun perahu
Beringsut pergi
Mencari tenang di balik teluk
olin, cibubur, june 2008
monas siang itu
Gerombolan merah putih
Senyum minggu siang
Di depan tugu menjulang
Putih seperti puluhan tahun lalu
Monas siang itu
Panas mengintip bersama abu-abu semburat
Ketika langkah memulai
Gelak tawa masih bersambut
Tapi monas siang itu
Digerayangi pasukan setan
Berjubah putih dan senjata runcing
Teriakan merubah bayang yang jatuh
Monas siang itu
Terciprat darah manusia
Amarah sesaat
Kepalsuan dan kepicikan
Monas siang itu
Mengundang kecewa
Pembiaran atas nama agama
Hukum terkulai lemas
Monas siang itu
Cuma panggung duapuluh menit
Ketika manusia jadi binatang
Ketika kita lupa pada hakekatnya
Olin, cibubur , mengenang 1 juni 2008