Meniti Angin

To feel and ride the wind…

tetap ada bersama ombak

Biarkan siang itu berubah merah
Seperti darah di keningmu
Mengalir sampai ke jantung
Menutup seluruh jiwa
Dengan kepedihan semata
Biar angin bercerita
Tentang kisah enampuluh hari
Yang menggores lembaran waktu
Bersamamu
Ombak tetap ada
Walaupun perahu
Beringsut pergi
Mencari tenang di balik teluk
olin, cibubur, june 2008

1 Comment »

  Olin wrote @

puisi ini bukan untuk siapa2, jadi yang membaca jangan menduga dan jangan curiga. Terimakasihhhh


Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>