Meniti Angin

To feel and ride the wind…

Archive for September, 2008

kibaran di teluk itu

: buat ina ata

siang itu pekat
ketika gencar suara meriam
bau mesiu
dan peluh berlarian

seperti siang ini
sambil melamun bersama angin
kibaran rambutmu
menatap teluk kota ambon

kusibak imaji
menutup sisa peperangan
yang menyakitkan
menelan tubuhmu di laut arafura

kemana, ina ata?
kemana angin bertiup
ketika damai masih diawang-awang
ketika harapan damai masih bertatih

dimana, ina ata?
Dimana generasi itu
yang berjuang sampai darah bergelimpang
seperti dirimu…

ambon, agustus 2008, Ina Ata panggilan Christina Martha Tiahahu

cuma butuh menit

terdiam di bawah kubah
rumah kita yang beku
tertutup salju juli
gersang dalam kata

tidak ada yang terucap
atau terungkap
buat lerai hari panjang
sepi dari ujung mejamu

detik berganti menit
berganti jam
masih waktu bertatih
aku, cuma butuh menit

olin, as time stood still, july 2008

detak ciawi

di hela napas
detak ciawi
memburu mencari jawab
tentang yang benar
yang tidak benar
yang ada
yang tiada

di hela gumammu
menorehkan lara
tentang generasi
yang beragama
atau merasa beragama
merasa tahu

di sudut jambuluwuk
debat meruncing
tanpa tusukan nyata
sejarah siapa katamu
agama mana tanpa darah
kataku…

olin, ciawi, juli 2008

jambuluwuk itu

tenang bersama bisik pagi
di pojok jambuluwuk
hijau semata
di pagi buta itu

beringsut pada sepi
yang letih
karena kemarin panjang
menggayuti kepala
lupa pada hijau

jambuluwuk, ciawi, juli 2008