Meniti Angin

To feel and ride the wind…

Archive for April, 2009

ia buka selendangnya

jawaban buat puisi Gadis Arivia: Mata Hati Kebenaran (kumpulan puisi Yang Sakral dan Yang Sekuler, 2009)

seperti pagi mencintai embun
tanpa kesal pada subuh beku

walupun mendung menyusul siangnya

ia berjalan menuju pesta siang
lupa pagi, lupa kata hatinya

di pinggir ibu yang buta
menadahkan tangannya untuk makan

tak peduli, langkahmu bergulir

ibu mendunduk, perutnya perih

sepuluh tahun, 3000 pagi
tangannya keriput, masih menadah
spanduk kampanye berteriak

monas pagi hati itu
ditelan jubah putih angkara

mana selendangmu
auratmu, suaramu, tutup semua…

ia buka selendangnya…

berjalan di pagi lagi
dengan aurat terbuka dan suara terbuka

march 2009

no sugar in new year

no sugar
in new year morning
taste the water
tea with nothing
heart thirst
honey drop
from another soul

january 2009

anak pertama di mentari baru 2009

hari pertama di tahun baru
tunggu sinar mentari baru
tak kedip
anak pertama gerutu
sayurnya sedikit saja
tapi, dihari baru ini
matahari tak bagi sinar
sekedip pun
kilauannya yang hangat
atau sedikit debat kata

olin, at new year 2009