Meniti Angin

To feel and ride the wind…

ia buka selendangnya

jawaban buat puisi Gadis Arivia: Mata Hati Kebenaran (kumpulan puisi Yang Sakral dan Yang Sekuler, 2009)

seperti pagi mencintai embun
tanpa kesal pada subuh beku

walupun mendung menyusul siangnya

ia berjalan menuju pesta siang
lupa pagi, lupa kata hatinya

di pinggir ibu yang buta
menadahkan tangannya untuk makan

tak peduli, langkahmu bergulir

ibu mendunduk, perutnya perih

sepuluh tahun, 3000 pagi
tangannya keriput, masih menadah
spanduk kampanye berteriak

monas pagi hati itu
ditelan jubah putih angkara

mana selendangmu
auratmu, suaramu, tutup semua…

ia buka selendangnya…

berjalan di pagi lagi
dengan aurat terbuka dan suara terbuka

march 2009

2 Comments »

  dicky wrote @

mba ini dicky dari majalengka, wah hebat neh udah keluar buku,kapan2 saya belajar ya…?

  menitiangin wrote @

halo dicky, buku udah keluar lama… jadi bukan udah keluar (bukan baru), kamu beneran di majalengka? thanks


Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>