Meniti Angin
To feel and ride the wind…Archive for November, 2009
ada apa setelah sunyi?
Ada apa setelah sunyi?
Setelah semua tak terdengar
Tak terucap
Tak terselesaikan lagiā¦.
Ada apa setelah sunyi?
Khayalan menjulang sampai Nanga Parbat
Kebekuan abadi
Putih semata disana
Ada apa setelah sepi?
Menghalau imaji akan bulan
Yang meratapi kematian hari
Mencari keyakinan hari baru
Ada apa setelah lirih?
Dini hari menyatu
Menjadi pagi ragu
Ketika malas menjadi riuh
Olin, tebet, oct, 2009
Catatan: Nanga Parbat, salah satu puncak tertinggi Himalaya
bukan sajak tersedih
: Pablo Neruda
Pagi itu sudah kembali
Ditengah puing bilik jantung
Yang berantakan tadi malam
Tidak Pablo,
Malam tadi bukan malam tersedih
Tidak juga tercipta sajak tersedih
Hanya butiran waktu memanggilku
Menjelajah diseputar aliran darahku
Memutar sudut jiwa yang terluka
Menjadikannya hidup
Seperti dulu lagi
Ketika malam selalu kelam
Ketika sepi jadi sahabat
Sambil merapihkan serpihan
Luka yang selalu terbuka
Tangis yang sudah kering
Tidak Pablo
Sajak ini tidak sedih
Cuma sekedar melukis
Baitan nafas yang tersedak
Sembilu angin
Pagi ini kembali
Sudah bersih semua remah-remah
Sisa kehancuran malam
Ketiadaan asa
Seperti dulu lagi
Tapi bukan sajak sedih, Pablo-ku
Sekedar menawarkan senja
Yang sebentar lagi kususul,
Bersama isakan sunyi
Ketika musim perih kembali
Olin, bukan malam tersedih, oct 2009