Meniti Angin
To feel and ride the wind…Biru Hitam Merah Kesumba
A first book of poetries anthology, by Lulu Ratna, Vivian Idris, Oppie Andaresta dan Olin Monteiro. Publish by Kelompok Perempuan Bukan Penyair, 2006.
17 Comments »
Halo Olin, ternyata suka nge-blog juga ya? Biru Hitam Merah Kesumba nya bisa dibaca dimana?
Wah Olin, inget kamu jadi inget buku…pertama yang 1000 peace women, kedua yang ini.
Webnya http://www.perempuanbukanpenyair.net. keren lho.
Puisi-puisinya sangat bagus, .. salam kenal dari seorang pembelajar, ya baru belajar, untuk merangkai kata-kata … mohon izin ya aku link ke blog aku .. terima kasih .. wishing you all the best.
nice blog, nice poems juga
Olin, aku suka puisi2nya. Yakin kalian bukan penyair?
Aku ulas di blog & MP nih.
Wow….wonderful!!
Proud to know penyair hebat kyk Mbak Olin!
Selamat siang,
Salam kenal…perkenankan kami dari SerbaBuku.com untuk menawarkan
kerjasama dalam hal pemasangan serta pertukaran link dan banner.
Yang ingin kami tanyakan :
Jika diperbolehkan kami mohon informasi mengenai ukuran banner yang akan
kami(SerbaBuku.com) pasang di menitiangin.wordpress.com ?
Silahkan bertukar link dengan menggunakan link di bawah ini:
http://serbabuku.com/index.php?option=com_linx&task=add_link&Itemid=35
Demikian informasi dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Salam,
Diana
SerbaBuku.com
Ass. Wr. Wb. Salam kenal. Aku penulis lampung. Buku puisimu Biru Hitam Merah Kesumba. Bagus.. Menurutku, puisi merupakan dunia imaji dn bahasa. Terangkum satu kesatuan utuh. Puisi media pencerahan dn media kekosongan, menautkan persoalan kompleksitas kehidupan. Atau merupakan pranata kebudayaan. Tercipta melalui bahasa, terangkum melalui kekuatan kata kata. Mencipta, membentuk metafor2 melalui proses imajinasi melahirkan unsur (rasionalitas) sebagai tubuh puisi.
Ass. Wr. Wb. Salam kenal. Aku penulis lampung. Buku puisimu Biru Hitam Merah Kesumba. Bagus.. Menurutku, puisi merupakan dunia imaji dn bahasa. Terangkum satu kesatuan utuh. Puisi media pencerahan dn media kekosongan, menautkan persoalan kompleksitas kehidupan. Atau merupakan pranata kebudayaan. Tercipta melalui bahasa, terangkum melalui kekuatan kata kata. Mencipta, membentuk metafor2 melalui proses imajinasi melahirkan unsur (rasionalitas) sebagai tubuh puisi. Nb. (maaf aku melalui internet hp, simbol emaiku bukan (-), tetapi underscore. Tetapi di hp ku tdk ada simbol tersbt. Wassallam
ow yah..salam knal yah mbak2.. Aku jg pny hobi yg sama tp gak prnh trsalurkan. Mgkn kpn n bgmn qt bs brtukar pgalaman.. Thx 4rply.
Aku asli jkt,tp skrg ada d kaltim..mutasi k daerah menjauh dr polusi n keruh serta racun2 kota..ha3..
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
puisi adalah puncak rasa tertinggi. kita harus adil dan sabar terhadapnya. tidak hanya masalah rasa, tapi juga kata-kata yang membangun tubuh puisi karena rasa ada di dalam tubuh. tubuh hadir dan mengada di semesta, maka puisi juga harus peduli terhadap sesama. jika kadang ia egois, itu biasa karena tubuh tak dapat kita duga, seperti cuaca. senang dapat berkunjung ke sini. salam kenal dariku.
tabik,
fina sato